Standar Konten

Pedoman Editorial

Pedoman ini menjelaskan prinsip yang digunakan dalam menyusun, meninjau, dan memperbarui bacaan di TPLD agar informatif, relevan, dan dapat ditelusuri.

Diperbarui 24 Agustus 2026Informasi publik

Prinsip editorial

Konten TPLD disusun untuk mendukung literasi publik. Setiap artikel diupayakan memiliki tujuan belajar yang jelas, bahasa yang sesuai pembaca, dan konteks yang tidak menyesatkan.

Pemilihan topik

Topik diprioritaskan pada kebangsaan, sejarah, budaya, serta pengetahuan yang mendukung pemahaman pembaca terhadap Karawang dan Indonesia. Relevansi pendidikan dan nilai manfaat publik menjadi pertimbangan utama.

Penyesuaian jenjang

  • SD: bahasa sederhana, konkret, dan mudah dipahami.
  • SMP: konteks lebih luas dengan dorongan eksplorasi dan rasa ingin tahu.
  • SMA: materi lebih reflektif dan mendorong penalaran.
  • Mahasiswa: penyajian dapat lebih analitis, kritis, dan berbasis rujukan.

Sumber dan verifikasi

Untuk materi faktual, editor didorong menggunakan sumber yang relevan dan dapat ditelusuri, seperti situs resmi pemerintah, dokumen institusi, publikasi akademik, buku, arsip, atau sumber kredibel lainnya. Artikel dapat menampilkan daftar referensi agar pembaca dapat memeriksa informasi lebih lanjut.

Netralitas dan konteks

Materi sejarah, kebangsaan, dan budaya disajikan dengan mempertimbangkan konteks. Apabila terdapat perbedaan penafsiran yang relevan, artikel sebaiknya tidak menyamarkan perbedaan tersebut sebagai satu-satunya pandangan.

Koreksi dan pembaruan

Apabila ditemukan kekeliruan faktual, sumber yang tidak lagi tersedia, atau informasi yang telah berubah, artikel dapat dikoreksi atau diperbarui. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan ketepatan dan kegunaan materi.

Konten berbantuan teknologi

Teknologi dapat digunakan untuk membantu proses penyusunan, penyuntingan, pemformatan, atau pemeriksaan. Tanggung jawab publikasi tetap berada pada pengelola/editor yang meninjau konten sebelum diterbitkan.

Materi visual

Gambar dan materi visual digunakan untuk mendukung pemahaman. Pengelola berupaya menggunakan aset yang dimiliki, diizinkan, bersumber secara tepat, atau sesuai ketentuan pemanfaatannya.

Tujuan utama pedoman ini: membuat pembaca dapat memahami dari mana informasi berasal, untuk siapa materi ditulis, dan bagaimana konten dapat diperbaiki apabila ditemukan kekeliruan.