Budaya Politik dan Tiga Orientasi Warga Negara
Dasar budaya politik serta perbedaan orientasi kognitif, afektif, dan evaluatif.
Dasar budaya politik serta perbedaan orientasi kognitif, afektif, dan evaluatif.
Dasar budaya politik serta perbedaan orientasi kognitif, afektif, dan evaluatif.
PENGERTIAN BUDAYA POLITIK
Budaya politik adalah pola nilai, keyakinan, sikap, dan orientasi masyarakat terhadap kehidupan dan sistem politik. Budaya politik dapat terlihat dari cara orang memahami keputusan pemerintah, berbicara tentang masalah publik, menggunakan hak pilih, atau mengawasi pelaksanaan kebijakan. Budaya politik bukan sekadar nama partai atau hasil pemilu, melainkan cara warga memandang dan merespons proses politik.
ORIENTASI KOGNITIF: APA YANG DIKETAHUI
Orientasi kognitif berkaitan dengan pengetahuan dan keyakinan tentang sistem politik: siapa yang berwenang mengambil keputusan, bagaimana lembaga negara bekerja, dan apa isi kebijakan publik. Contoh: pelajar mengetahui fungsi pemilu dan peran lembaga perwakilan. Pengetahuan ini penting, tetapi mengetahui suatu kebijakan belum tentu berarti seseorang menyetujui atau mengevaluasinya.
ORIENTASI AFEKTIF: APA YANG DIRASAKAN
Orientasi afektif berkaitan dengan perasaan yang muncul terhadap objek politik, seperti bangga, percaya, kecewa, marah, atau tidak suka. Contohnya, seorang siswa merasa bangga ketika sekolah berhasil menyelenggarakan pemilihan OSIS yang jujur. Perasaan adalah bagian normal kehidupan politik, tetapi keputusan tetap perlu dipandu informasi yang benar.
ORIENTASI EVALUATIF: BAGAIMANA KINERJA DINILAI
Orientasi evaluatif berarti menimbang dan menilai suatu kebijakan, lembaga, atau tokoh memakai ukuran tertentu. Contoh: warga membandingkan janji kampanye dengan capaian program serta dampaknya bagi masyarakat. Penilaian yang baik memakai bukti dan mempertimbangkan dampak, bukan hanya kesukaan pribadi.
MEMBEDAKAN KETIGANYA
Mengetahui bahwa anggaran daerah dipakai untuk pelayanan publik adalah kognitif. Merasa senang atau kecewa atas pelayanannya adalah afektif. Memeriksa data realisasi anggaran dan menilai kebermanfaatan program adalah evaluatif. Dalam praktik, ketiganya bisa hadir bersamaan dan saling memengaruhi.
LATIHAN PEMAHAMAN
Bayangkan pemerintah mengumumkan kebijakan baru. Sebutkan satu contoh pernyataan yang berupa informasi faktual, satu yang berupa perasaan, dan satu yang berupa penilaian dengan alasan. Mengapa ketiganya perlu dibedakan?
Rujukan yang digunakan dalam penyusunan artikel ini.